Hematologi (II)
FIBRINOLISIS :
Fibrinolisis adalah kondisi hancurnya fibrin (salah
satu agen pembeku darah yang diproduksi dalam darah sebagai produk akhir
koagulasi). Darah juga mengandung enzim fibrinolitik yang mencegah larangan
gumpalan atau pembekuan darah pada area yang tidak terluka, sehingga tidak akan
menghalangi aliran darah, dan juga enzim ini akan menghancurkan fibrin bila
luka telah sembuh. Sistem
fibrinolitik merupakan sistem enzim multikomponen yang menghasilkan pesanan
enzim aktif plasmin. Plasmin menyebabkan degradasi fibrin, meningkatkan jumlah
produk degradasi fibrin yang terlarut.
Proses fibrinolisis diperankan
oleh plasmin.Protein dalam plasma darah mengandung euglobulin yangdisebut
plasminogen atau profibrinolisin.Plasminogen akan teraktivasi menjadi plasmin
atau fibrinolisin.Plasmin merupakan enzim proteolitik yang mengambil tripsin,
enzim proteolitik pada sistem pencernaan protein.Plasmin akan melisiskan
serat-serat fibrin dan beberapa protein koagulan lainnya seperti fibrinogen,
faktor V, faktor VIII, protrombin, dan faktor XII. Maka ketika terbentuk plasmin,
dapat menyebabkan lisisnya bekuan darah.
Antifibrinolitik :
Merupakan golongan obat yang
bekerja dengan menghambat sistem fibrinolitik yang merupakan proses
berkebalikan dari koagulasi atau pembekuan darah. Asam Traneksamat merupakan
obat antifibrinolitik yang banyak digunakan, selain itu, obat seperti asam
epsilon aminokaproat dan trasylol juga digunakan sebagai Antifibrinolitik.
* Farmakokinetik asam traneksamat akan diabsorpsi secara
cepat di dalam plasma darah, dan 50% melalui gastrointestinal. dosis akan
mencapai puncak setelah 1-5 jam, kemudian berikatan dengan protein yang
selanjutnya didistribusikan melalui plasma menuju ke jaringan, dengan menembus
sawar darah plasenta dan berdifusi ke membran sinovial dan cairan sendi,
sebagian kecil obat ini juga dimetabolisme dengan total 5% dan ini akan
ditemukan pada urin setelah 72 jam lamanya, setelah dimetabolisme obat akan
dieliminasi melalui ginjal berupa urin, juga dieksresikan melalui ASI juga pada
cairan semen, dengan waktu paruh 2 - 11 jam.
* Farmakodinamik asam traneksamat merupakan derivat dari
asam amino lisin yang akan bekerja sengan menghambat proses fibrinolisis. asam
amino lisin dengan afinitas yang tinggi akan menempel pada reseptor plasminogen
yang menonaktifkan plasmin sehingga tidak terjadi proses degradasi fibrin dan
faktor bekuan darah. selain itu juga bertindak sebagai antiinflamasi yang dapat
mengurangi jumlah plasmin yang beredar di pembuluh darah.
DAFTAR PUSTAKA
Doda, D., H. Polli., S. Marunduh dan I.M. Sapulete.
2020. Fisiologi Sistem Hematologi. Yogyakarta, Deepublish.
Sabiston. 1992. Buku Ajar Bedah Bagian 1. Jakarta, Buku
Kedokteran EGC.

Terimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat 🙏🏻
BalasHapusIlmu yang di berikan sunggu bermanfaat terimakasih
BalasHapusmantab hyung xixixi
BalasHapusblog yang sangad sangad manteb
BalasHapusGGWP Blognya
BalasHapusTerimakasih, semoga bermanfaat bagi pembaca
BalasHapusditunggu konten selanjutnya
BalasHapus