Jumat, 27 November 2020


 

HEMATOLOGI

 

    Hematologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari darah, organ pembentuk darah dan penyakitnya. Khususnya jumlah dan morfologi sel-sel darah, serta sumsum tulang. Darah adalah jaringan khusus yang berbeda dengan organ lain, karena berbentuk cairan. Jumlah darah dalam tubuh adalah 6-8% berat tubuh total. Empat puluh lima sampai 60% darah terdiri dari sel-sel, terutama eritrosit, leukosit dan trombosit. Fungsi utama darah adalah sebagai media transportasi, serta memelihara suhu tubuh dan keseimbangan cairan.

 

        Darah merupakan bagian dari tubuh yang berperan penting dalam mempertahankan kehidupan. Sebab, ia berfungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Darah berbentuk cairan, sehingga dapat didistribusikan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Volume dalam tubuh bervariasi, pada orang dewasa volume darah sekitar 6 liter atau sekitar 7-8 % dari berat badan. Darah terdiri dari komponen berbentuk dan komponen plasma. Komponen berbentuk kurang lebih 45% (eritrosit, lekosit dan trombosit). Angka (45 ini dinyatakan dalam nilai hermatokrit atau volume sel darah merah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47.




    Pemeriksaan panel hematologi (hemogran) terdiri dari leukosit, eritrosit, hemoglobin, hematokrit, indeks eritrosit dan trombosit. Pemeriksaan hitung darah lengkap terdiri dari hemogram ditambah leukosit diferensial yang terdiri dari neutrofil (segmented dan bands), basofil, eosinofil, limfosit dan monosit.


    Rentang nilai normal hematologi bervariasi pada bayi, anak-anak dan remaja, umumnya lebih tinggi saat lahir dan menurun selama beberapa tahun kemudian. Nilai pada orang dewasa umumnya lebih tinggi dibandingkan tiga kelompok umur di atas. Pemeriksaan hemostatis dan koagulasi digunakan untuk mendiagnosa dan memantau pasien dengan pendarahan, gangguan pembekuan darah, cedera vaskuler atau trauma. 


Darah terdiri atas 2 komponen utama, yaitu sebagai berikut:



a.       Plasma Darah, bagian cair darah yang sebagia besar terdiri atas air, elektrolit dan protein darah.

b.      Butir-butir darah (blood corpuscles), yang terdiri atas komponen-komponen berikut ini :

·         Eritrosit yaitu sel darah merah (SDM-red blood cell )

·         Leukosit yaitu sel darah putih (SDP-white blood cell )

·         Trombosit yaitu butir pembeku darah-platelet

 

 

1.    Eritrosit


Eritrosit berbentuk bikonkaf dan berdiameter 7-8 mikron. Bentuk bikonkaf tersebut menyebabkan eritrosit bersifat fleksibel sehingga dapat melewati pembuluh darah yang sangat kecil dengan baik. Bentuk eritrosit pada mikroskop biasanya tampak bulat berwarna merah dan dibagian tengahnya tampak lebih pucat, atau disebut (central pallor) diameter 1/3 dari keseluruhan diameter eritrosit. Sel darah merah tidak memiliki inti sel, mitokondria dan ribosom, serta tidak dapat  bergerak. Sel ini tidak dapat melakukan mitosis, foforilasi oksidatif sel, atau pembentukan protein


2.    Leukosit


Leukosit atau sel darah putih merupakan salah satu bagian dari sistem imun yang dapat memberikan perlindungan tubuh dari patogen yang menyerang. Jumlah normal leukosit pada tubuh manusia adalah 4,5 – 10 juta/mm kubik tergantung dari kondisi fisiologis orang tersebut. Leukosit memiliki membran nukleus, akan tetapi tidak memiliki hemoglobin, ukurannya pun relatif besar dan jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan sel darah merah.


3.    Trombosit


Trombosit merupakan komposisi darah yang sangat penting dalam proses pembekuan atau penggumpalan darah. Perlu diketahui bahwa jumlah normal trombosit yang ada dalam tubuh adalah 200.000-400.000/mm kubik. Dimana apabila kadar trombosit dalam tubuh dibawah normal, maka akan kesulitan dalam proses pembekuan darah.


 

DAFTAR PUSTAKA

Handayani, W dan A.S. Haribowo.2008.Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Hematologi.Salemba Medika, Jakarta.

Waterbury, L. 1998. Buku Saku Hematologi. EGC, Jakarta.


PERMASALAHAN

1. Apa saja yang dimodifikasi pada struktur histamin pada pengembangan obat antagonis-H2

2. Bagaimana cara kerja dari histamin antagonis-H2 dalam mengobati tukak lambung dan usus ?

3. Kapan aktivitas antihistamin akan mencapai efek optimal ?


8 komentar: